Singkatnya: GoTo adalah grup teknologi Indonesia yang lahir dari penggabungan Gojek dan Tokopedia pada Mei 2021, kesepakatan senilai sekitar USD 18 miliar dan merger terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
Tapi ada satu hal yang banyak orang belum tahu: Tokopedia sekarang sudah bukan sepenuhnya milik GoTo. Kendalinya sudah berpindah.

Ringkasan cepat
- Terbentuk: Mei 2021, dari penggabungan Gojek dan Tokopedia senilai sekitar USD 18 miliar.
- Motonya: “Go Together, Go Far”.
- Layanan: transportasi daring, antar makanan, logistik, dan teknologi keuangan.
- Beroperasi di: Indonesia, Singapura, dan Vietnam.
- Skalanya: 5,3 juta merchant dan 3 juta mitra pengemudi di Indonesia dan Singapura.
- Perubahan besar: sejak 2023, Tokopedia didekonsolidasi dari GoTo setelah TikTok mengambil kendali.
Merger terbesar dalam sejarah Indonesia
Pada Mei 2021, dua nama paling dikenal di ekosistem digital Indonesia bergabung. Gojek yang menguasai transportasi dan pengantaran, bertemu Tokopedia yang menguasai belanja daring.
Logikanya kelihatan sempurna di atas kertas. Gojek punya armada dan kebiasaan harian penggunanya; Tokopedia punya penjual dan transaksi bernilai besar. Digabung, keduanya bisa menutup hampir seluruh kebutuhan harian orang Indonesia. Menurut data perusahaan sendiri, GoTo menjangkau hampir dua pertiga konsumsi rumah tangga di Indonesia.
Lalu Tokopedia berpindah tangan
Di sinilah ceritanya berbelok, dan bagian ini sering terlewat.
Pada Desember 2023, TikTok sepakat membeli 75,01% saham PT Tokopedia milik GoTo senilai USD 840 juta, sekaligus memasukkan bisnis TikTok Shop Indonesia ke dalam entitas Tokopedia yang diperbesar. TikTok juga berkomitmen menyuntik lebih dari USD 1,5 miliar seiring waktu, tanpa mendilusi kepemilikan GoTo lebih jauh.
Hasilnya: PT Tokopedia kini dimiliki bersama oleh GoTo dan TikTok, dengan TikTok memegang kendali. Sejak 2023, GoTo mendekonsolidasi Tokopedia beserta bisnis pengantaran dan pemenuhannya dari laporan keuangannya.
Jadi kalau ada yang bilang “GoTo itu Gojek plus Tokopedia”, itu benar untuk 2021, tapi tidak lagi menggambarkan keadaan sekarang.
Ini pelajaran penting soal membaca berita bisnis: struktur kepemilikan bisa berubah diam-diam, sementara nama besarnya tetap terdengar sama.
Angka yang menjelaskan kenapa pasarnya menarik
Data yang dipublikasikan GoTo sendiri menunjukkan kenapa Indonesia jadi rebutan:
- Sekitar 55,5% penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas masuk kategori belum atau kurang terlayani perbankan pada 2020.
- Penetrasi dompet digital masih di kisaran 2,9%.
- GoTo mencatat pertumbuhan 16% pengguna bertransaksi bulanan pada tahun buku 2024.
- Kontribusinya ke PDB Indonesia 2022 diperkirakan sekitar 2,2%.
Angka pertama dan kedua itulah yang paling menarik buat investor. Bukan karena pasarnya sudah besar, tapi justru karena sebagian besar orangnya belum terlayani. Ruang kosong itu yang diperebutkan.
Tiga hal yang bisa kamu ambil
- Merger tidak otomatis abadi. Dua raksasa bisa bergabung, lalu berpisah sebagian, dalam waktu kurang dari tiga tahun. Kalau kamu bermitra, sepakati sejak awal apa yang terjadi bila salah satu pihak ingin keluar.
- Pasar yang belum terlayani lebih berharga daripada pasar yang sudah ramai. Cari kelompok yang kebutuhannya nyata tapi belum ada yang melayani dengan benar.
- Periksa siapa pemilik sebenarnya. Nama merek yang kamu kenal belum tentu masih dimiliki pihak yang sama. Ini berlaku juga saat kamu memilih mitra atau pemasok.
Baca juga
- Shopee Itu Perusahaan Apa? Siapa Pemiliknya dan Dari Mana Duitnya
- Grab Itu Perusahaan Apa? Dari Kamar Kecil di Kuala Lumpur ke Delapan Negara
- Bagaimana DFI Putar Otak di Tengah Guncangan Belanja Asia
Pertanyaan yang sering muncul
GoTo itu perusahaan apa?
GoTo adalah grup teknologi Indonesia yang menyediakan layanan transportasi daring, antar makanan, logistik, dan teknologi keuangan. Perusahaan ini terbentuk dari penggabungan Gojek dan Tokopedia pada Mei 2021.
Apakah Tokopedia masih milik GoTo?
Tidak sepenuhnya. Pada Desember 2023, TikTok sepakat membeli 75,01% saham PT Tokopedia senilai USD 840 juta. Kini PT Tokopedia dimiliki bersama GoTo dan TikTok, dengan TikTok memegang kendali, dan sejak 2023 Tokopedia didekonsolidasi dari GoTo.
Berapa nilai merger Gojek dan Tokopedia?
Nilainya sekitar USD 18 miliar dan tercatat sebagai merger terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
GoTo beroperasi di negara mana saja?
Indonesia, Singapura, dan Vietnam.
Seberapa besar skala GoTo?
Menurut data perusahaan, GoTo menaungi sekitar 5,3 juta merchant dan 3 juta mitra pengemudi di Indonesia dan Singapura, dengan kontribusi sekitar 2,2% terhadap PDB Indonesia pada 2022.




Tinggalkan Komentar