Singkatnya: Grab adalah perusahaan teknologi asal Asia Tenggara yang berkantor pusat di Singapura dan beroperasi di delapan negara. Ia dimulai pada Juni 2012 di Kuala Lumpur dengan nama MyTeksi, didirikan Anthony Tan dan Tan Hooi Ling, dan modal awalnya berasal dari hadiah lomba rencana bisnis senilai USD 25.000.
Ya, aplikasi yang sekarang mengantar makanan, meminjamkan uang, dan memesankan mobil di delapan negara itu berawal dari uang lomba kampus.

Ringkasan cepat
- Didirikan: Juni 2012 di Kuala Lumpur, awalnya bernama MyTeksi.
- Pendiri: Anthony Tan dan Tan Hooi Ling, yang bertemu di Harvard Business School.
- Modal awal: hadiah USD 25.000 dari lomba startup kampus, ditambah tabungan pribadi dan dukungan keluarga.
- Kantor pusat sekarang: 3 Media Close, Singapura.
- Beroperasi di: Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, Myanmar, dan Kamboja.
- Misi resminya: memajukan Asia Tenggara dengan menciptakan pemberdayaan ekonomi untuk semua orang.
Berawal dari masalah yang nyata, bukan dari ide keren
Ini bagian yang paling layak dicontoh.
Anthony Tan dan Tan Hooi Ling bertemu di Harvard Business School, duduk bersebelahan di kelas bernama Business at the Base of the Pyramid. Pada 2011 mereka mengobrol soal satu hal yang sangat membosankan tapi sangat nyata: sistem taksi di Malaysia yang terkenal tidak aman.
Bukan “gimana kalau kita bikin startup”, tapi “kenapa naik taksi di negara kita bikin waswas”.
Dari obrolan itu lahir rencana bisnis yang mereka ikutkan ke lomba kampus. Mereka jadi juara kedua dan membawa pulang USD 25.000. Uang itulah yang jadi modal awal. Anthony Tan bahkan menaruh seluruh isi rekeningnya, ditambah bantuan ibunya.
Bisnis yang bertahan biasanya lahir dari masalah yang mengganggu, bukan dari ide yang terdengar mengagumkan.
Dari satu layanan jadi superapp
Grab tidak memulai sebagai aplikasi serba bisa. Ia memulai sebagai satu solusi untuk satu masalah: memesan taksi dengan lebih aman.
Baru setelah itu lapisannya bertambah: antar makanan lewat GrabFood, belanja kebutuhan lewat GrabMart, pengiriman ekspres, pemesanan restoran lewat Grab DineOut, layanan keuangan lewat Grab Financial Group, sampai program loyalitas GrabCoins.
Urutan ini penting. Banyak usaha kecil melakukan kebalikannya: menawarkan sepuluh layanan sejak hari pertama, lalu bingung kenapa tidak ada satu pun yang dikenal orang.
Delapan negara, satu masalah yang mirip
Grab beroperasi di Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, Myanmar, dan Kamboja. Kedelapannya punya kesamaan: transportasi umum yang belum rapi, penetrasi ponsel yang tinggi, dan banyak orang yang butuh sumber penghasilan tambahan.
Ekspansi Grab bukan sekadar “pindah ke negara sebelah”, tapi mencari negara dengan bentuk masalah yang serupa. Itu jauh lebih murah daripada memaksakan model yang sama ke pasar yang persoalannya berbeda.
Yang berubah setelah besar
Anthony Tan kini menjabat Group CEO sekaligus salah satu pendiri. Sementara Tan Hooi Ling, pendiri satunya, sudah mundur dari posisi resminya di Grab menurut pengumuman perusahaan.
Detail kecil ini sering dilewatkan, padahal menarik: pendiri yang mundur bukan berarti bisnisnya gagal. Kadang justru tanda bahwa perusahaannya sudah cukup matang untuk berjalan tanpa orang yang memulainya.
Tiga hal yang bisa kamu ambil
- Mulai dari keluhan, bukan dari tren. Grab lahir dari rasa tidak aman naik taksi. Masalah membosankan yang dialami banyak orang biasanya pasar yang paling nyata.
- Satu layanan dulu sampai dikenal. Superapp itu hasil akhir, bukan titik awal. Cari dulu satu hal yang orang ingat saat menyebut namamu.
- Modal kecil bukan alasan. USD 25.000 itu besar untuk ukuran mahasiswa, tapi kecil sekali untuk membangun perusahaan delapan negara. Yang membedakan bukan besarnya modal, tapi kejelasan masalah yang mau dipecahkan.
Kalau kamu masih meraba apakah produkmu benar-benar dibutuhkan orang, langkah ujinya ada di Bisnis Jadi Gampang Setelah Kamu Capai Product-Market Fit.
Baca juga
- Shopee Itu Perusahaan Apa? Siapa Pemiliknya dan Dari Mana Duitnya
- Rakuten: Dari Ruko Kecil Jadi Raksasa Tech Gara-Gara Suka Lawan Arus
Pertanyaan yang sering muncul
Grab itu perusahaan apa?
Grab adalah perusahaan teknologi asal Asia Tenggara yang menyediakan layanan transaksi harian dalam satu aplikasi, mulai dari transportasi, antar makanan, pengiriman, sampai layanan keuangan. Kantor pusatnya di Singapura.
Siapa pendiri Grab?
Grab didirikan oleh Anthony Tan dan Tan Hooi Ling, yang bertemu saat kuliah di Harvard Business School. Anthony Tan kini menjabat sebagai Group CEO.
Grab dari negara mana?
Grab dimulai di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Juni 2012 dengan nama MyTeksi. Kantor pusatnya sekarang berada di Singapura.
Grab beroperasi di negara mana saja?
Delapan negara: Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, Myanmar, dan Kamboja.
Berapa modal awal Grab?
Modal awalnya berasal dari hadiah USD 25.000 yang dimenangkan dari lomba rencana bisnis di kampus, ditambah tabungan pribadi Anthony Tan dan dukungan dari ibunya.




Tinggalkan Komentar