Pernah nggak sih kamu ketemu mantan yang dulu lo benci setengah mati, terus tiba-tiba kalian harus kerja bareng? Nah, bayangin itu dalam skala miliaran dolar dan teknologi yang bisa ngubah dunia.
Dua bulan lalu, Elon Musk nge-tweet nyebut Anthropic (perusahaan pembuat Claude AI) sebagai “misanthropic” dan “evil” . Bukan bercanda. Dia beneran sebut begitu di depan jutaan follower-nya. Fast forward ke sekarang, SpaceX milik Elon baru aja ngumumin partnership dengan Anthropic yang nilainya gede banget – kasih 300 megawatt compute power buat ngejalaninClaude .
Plot twist yang nggak ada yang ngebayangin.

Deal Gila yang Bikin Semua Orang Geleng-geleng Kepala
Oke, mari kita breakdown dulu apa yang sebenernya terjadi. Anthropic, perusahaan yang bikin Claude (AI yang sekarang jadi kompetitor serius ChatGPT), punya masalah besar: mereka kehabisan compute .
Bayangin kamu punya warung makan yang tiba-tiba viral banget. Antrian mengular sampe ke ujung jalan. Tapi dapur kamu kecil. Kompor cuma dua. Pegawai cuma tiga orang. Nah, Anthropic lagi ngalamin situasi persis kayak gitu – permintaan orang pake Claude meledak-ledak, tapi server mereka nggak cukup buat ngelayani semua orang .
Hasilnya? Pengguna Claude Code (developer tool mereka) sering banget kena rate limit – alias dibatasin pemakaiannya karena server penuh . Kebayang dong betapa frustasinya kalo lagi kerja penting tiba-tiba kena limit terus disuruh nunggu?
Nah, masuk deh SpaceX sebagai penyelamat. Mereka punya Colossus 1, data center gede banget di Memphis, Tennessee, yang awalnya dibangun buat nge-train Grok (AI milik XAI yang udah diakuisisi SpaceX) . Masalahnya, Grok ternyata nggak sepopuler Claude. Jadi data center sebesar itu nganggur banyak – ada 220,000+ GPU Nvidia (H100s, H200s, GB200s) yang nggak kepake maksimal .
Singkat cerita: SpaceX nyewain seluruh Colossus 1 ke Anthropic.
Dari Musuh Bebuyutan Jadi Partner Bisnis
Yang bikin deal ini makin dramatis adalah sejarah antara Elon Musk dan Dario Amodei (CEO Anthropic) . Mereka berdua sama-sama pernah kerja di OpenAI (perusahaan pembuat ChatGPT). Dan mereka berdua sama-sama keluar karena nggak setuju sama Sam Altman, CEO OpenAI .
Elon keluar tahun 2018. Dario keluar tahun 2021. Alasannya mirip-mirip: masalah safety AI dan ketidakpercayaan terhadap Sam Altman .
Tapi masalahnya, meskipun musuh mereka sama (OpenAI), Elon dan Dario sendiri nggak akur. Elon sering nyinyir soal pendapat Dario tentang AI consciousness. Sampai akhirnya dua bulan lalu Elon straight up bilang Anthropic itu “evil” .
Terus kenapa mereka tiba-tiba berbaikan?
Well, jawabannya klasik banget: musuh bersama lebih besar dari beef personal mereka.
Follow the Money: Kenapa Deal Ini Masuk Akal
Di permukaan, ini kayaknya cuma urusan “kamu butuh server, gue punya server nganggur.” Simple kan?
Nggak juga.
Anthropic lagi dalam fase pertumbuhan tercepat dalam sejarah software . Revenue mereka loncat dari $9 miliar (annual run rate) di akhir 2025, jadi $19 miliar di Maret 2026, terus $30 miliar di awal April 2026 . Itu cuma dalam waktu 100 hari doang.
Buat lo yang nggak ngerti seberapa gila itu: nggak ada perusahaan software di dunia yang pernah nge-growth secepat ini. Belom Pernah .
Tapi ada satu masalah: mereka nggak bisa serving semua customer karena kehabisan compute. Ini kayak toko online yang lagi flash sale tapi servernya down. Uang bertebaran, tapi nggak bisa diambil karena infrastruktur nggak kuat.
Di sisi lain, SpaceX punya compute berlimpah yang nganggur. Plus, mereka butuh revenue stream baru sekarang setelah XAI (yang mereka beli seharga $250 miliar dalam bentuk saham) ternyata model AI-nya (Grok) belum bisa bersaing secara komersial dengan Claude atau ChatGPT .
Jadi win-win solution: Anthropic dapet compute, SpaceX dapet recurring revenue.
Tapi Tunggu… SpaceX Bukan Cuma Perusahaan Roket Lagi
Ini yang bikin banyak orang melongo. SpaceX sekarang bukan cuma soal roket ke Mars atau Starlink (satelit internet) .
Mereka pelan-pelan jadi perusahaan AI infrastructure terbesar di dunia. Dan maksud gue bukan cuma punya server banyak. Mereka punya SEMUA LAYER yang dibutuhkan buat bikin ekosistem AI :
-
Launches: Mereka punya Falcon 9 dan Starship yang bisa ngirim data center ke luar angkasa dengan biaya yang jauh lebih murah dari siapapun
-
Chips: SpaceX bareng Tesla lagi bangun Terrafab, pabrik chip 2nm di Austin, Texas. Proyeknya dimulai dari budget $20 miliar, sekarang udah naik jadi sekitar $55 miliar untuk fase 1 – dengan potensi total $119 miliar
-
Power & Compute: Colossus 1 (220,000 GPUs), Colossus 2 (335,000+ GPUs), dan site ketiga di Mississippi yang targetnya 1 juta GPUs di akhir 2026
-
Network: Starlink dengan 10,000+ satelit di orbit – konstelasi satelit komersial terbesar dalam sejarah manusia
-
Models: XAI/Grok, plus sekarang mereka jadi landlord buat Anthropic/Claude
-
Developer Tools: SpaceX punya opsi buat beli Cursor (IDE berbasis AI yang pake Claude) senilai $60 miliar sebelum akhir 2026
Nggak ada perusahaan lain di dunia yang punya semua layer ini sekaligus. Google? Nggak punya roket. Microsoft? Nggak punya chip fab sendiri. Amazon? Nggak punya satelit sebanyak Starlink .
SpaceX literally punya semuanya.
Analoginya Kayak Gini Deh
Selama 10 tahun terakhir, orang mikir yang bakal menang di AI adalah perusahaan dengan researcher paling pinter dan model paling canggih .
Ternyata salah besar.
Sekarang yang menang adalah yang punya infrastruktur fisik paling lengkap. Ini kayak era minyak dulu :
-
Compute = minyak mentah
-
Megawatts (listrik) = pipeline
-
Chips = kilang minyak
-
Launches (roket) = kapal tanker
-
Developer surfaces = pom bensin
-
Models (AI) = bensin jadi
Nah, bensin itu sebenernya yang paling gampang dibikin sekarang. China, Mistral, Meta semua ngeluarin open-source AI models yang kualitasnya udah deket-deket sama yang terbaik . Jadi yang valuable bukan bensinnya lagi – tapi SEMUA infrastruktur di bawahnya.
Dan siapa yang punya semua itu? Ya SpaceX.
OpenAI Lagi Kepojok?
Ada subplot menarik di sini. Elon dan Dario, dua orang yang sama-sama keluar dari OpenAI karena nggak suka Sam Altman, sekarang join forces .
Ini kayak dua mantan pacar yang dulu disakitin sama cowok yang sama, terus mereka ngumpul buat balas dendam. Dramatis banget kan?
OpenAI sendiri sekarang lagi dalam posisi yang… interesting. CFO mereka baru ngumumin pembatasan revenue share dengan Microsoft. Mereka mundur dari proyek data center Stargate di Norway (yang langsung diambil alih Microsoft) .
Plus, OpenAI udah commit $250 miliar ke Microsoft Azure selama 6 tahun – yang artinya mereka tergantung banget sama Microsoft buat compute . Dan ketika landlord kamu punya leverage lebih besar dari kamu sebagai tenant, ya… posisi kamu nggak terlalu enak.
Pentagon dan Plot Twist Lainnya
Ada satu detail kecil yang penting: Pentagon (Departemen Pertahanan AS) bikin AI use agreements dengan SpaceX, OpenAI, Google, Microsoft, Nvidia, AWS, Oracle… tapi NOT Anthropic .
Anthropic di-blacklist karena ada drama mereka dengan Department of War beberapa waktu lalu . Jadi meskipun Claude mungkin model AI terbaik di beberapa dimensi, mereka nggak bisa kerja sama dengan militer AS.
Tapi SpaceX bisa.
Jadi sekarang Anthropic secara struktural terikat sama kontraktor (SpaceX) yang lagi bantu Pentagon bikin military AI equipment, sementara mereka sendiri di-blacklist dari pekerjaan itu .
Ironis? Yup. Tapi begitulah dunia bisnis.
Grok: The Forgotten Child
Yang agak kasian di sini adalah Grok. XAI (perusahaan AI milik Elon) diakuisisi SpaceX dengan valuasi $250 miliar specifically karena SpaceX pengen ikutan AI race .
Tapi sekarang? Colossus 1, data center yang tadinya dibangun khusus buat training Grok, malah disewain penuh ke kompetitor (Anthropic) .
Grok masih punya Colossus 2 dan site di Mississippi, jadi nggak mati. Tapi pesan implisitnya jelas: SpaceX lebih value duit dari Anthropic daripada posisi Grok di pasar AI .
Hampir semua co-founder XAI selain Elon juga udah pada keluar di tahun 2026 . Red flag? Mungkin.
Tapi jangan pernah count out Elon. Dia pasti punya plan.
Gimana Ini Ngefek ke Kita?
“Oke oke, dramanya seru. Tapi gue cuma rakyat jelata. Kenapa gue harus peduli?”
Fair question.
Ini penting karena bakal ngaruh ke hampir semua aspek hidup kita :
Kalo kamu kerja di software: Tools yang kamu pake (IDE, AI assistants, code generators) bakal makin powerful. Dan lab yang bikin tools itu kemungkinan besar bakal jadi tenant di infrastructure SpaceX.
Kalo kamu knowledge worker (kerja kantoran, content creator, marketer, dll): AI assistants yang bakal ngebantu atau bahkan replace workflow kamu mostly bakal jalan di compute milik SpaceX.
Kalo kamu investor: Lo harus update model valuasi lo. Bukan cuma Magnificent Seven (Microsoft, Google, Amazon, Nvidia, Meta, Apple, Tesla) lagi. Sekarang ada pemain kelima: SpaceX. Dan mereka satu-satunya yang punya roket buat ngirim data center ke luar angkasa kalo di Bumi udah terlalu ribet .
IPO SpaceX: The Biggest in History
SpaceX rencananya mau IPO (go public) pertengahan 2026 . Bank of America proyeksikan valuasinya bakal $1.5-2 triliun atau bahkan lebih.
Buat perspektif: itu bakal jadi IPO terbesar dalam sejarah. Jauh.
Dan deal dengan Anthropic ini bikin angka segitu lebih masuk akal. Soalnya sekarang SpaceX bukan cuma perusahaan roket + satelit. Mereka juga punya :
-
Recurring revenue dari AI compute rental
-
Launch revenue (dari Falcon 9 & Starship)
-
Starlink subscription
-
Opsi beli Cursor
-
Equity di Terrafab (chip factory)
-
Potensi merger dengan Tesla
-
Dan oh ya, mereka juga mau ke Mars
Gila kan portofolionya?
The Big Picture: Siapa yang Menang?
Mari kita recap siapa winner dan loser dari deal ini:
Winner #1: Anthropic
-
Nggak throttled lagi. User Claude Code bisa pake lebih banyak tanpa kena limit
-
Bisa deploy model terbaru mereka (Mythos) yang katanya paling capable di dunia ke user base yang lebih besar
-
Economics mereka improve karena cost per token turun
Winner #2: SpaceX
-
Dapat recurring revenue miliaran dolar per tahun dari Anthropic
-
Buktiin tesis mereka sebagai AI infrastructure company
-
IPO valuation jadi lebih gampang dijustifikasi
Loser: Grok/XAI
-
Data center utama mereka disewain ke kompetitor
-
Hampir semua founding team udah pada pergi
-
Internal status-nya kayaknya fragile
Yang Uncertain: OpenAI
-
Lagi di-squeeze dari banyak sisi
-
Terlalu dependent sama Microsoft
-
Dua mantan kolega mereka sekarang join forces melawan mereka
2030: Gimana Jadinya Kalo SpaceX Menang?
Bayangin hari Selasa pagi di tahun 2030.
Satu perusahaan owns roket, chip factory, megawatts, satelit, broadband, developer tools untuk AI, dan nyewain compute ke basically semua AI company di dunia .
Kalo lo kerja pake AI (dan let’s be real, siapa sih yang nggak), kemungkinan besar lo bakal pake tools yang jalan di infrastructure SpaceX. Entah lo sadar atau nggak.
Kalo di Bumi udah terlalu susah atau mahal buat bangun data center, SpaceX bisa ngirim ke luar angkasa. Harness energy dari matahari langsung. Infinite power, zero carbon .
Nggak ada perusahaan lain yang bisa ngelakuin itu.
Udah pusing belum bacanya? Gue juga pusing nulisnya. Tapi intinya simpel kok:
AI bukan soal siapa yang punya model terpinter lagi. AI sekarang soal siapa yang punya infrastruktur terlengkap. Dan SpaceX, somehow, secara diam-diam udah ngumpulin semua puzzle piece-nya.
Yang lo perlu inget: teknologi ini nggak berhenti. Rate of change-nya malah makin cepet. Dan perusahaan kayak SpaceX yang punya full-stack control dari chip sampe roket bakal punya advantage yang susah banget dikejar kompetitor.
Anyway, menurut lo gimana? Mendingan dunia AI dikuasai sama satu perusahaan yang vertically integrated kayak SpaceX, atau lebih baik kalo spread di banyak perusahaan? Drop pendapat lo di komen ya – penasaran gue pengen tau perspektif orang lain!




Leave a Comment