Dalam sepekan, dua kabar tentang pusat data AI di Indonesia terdengar berlawanan. Yang satu bicara kapasitas sampai satu gigawatt. Yang lain bicara proyek yang dihentikan karena izin belum lengkap.
Keduanya sebenarnya dua sisi dari persoalan yang sama: pusat data AI membutuhkan listrik, air, dan izin, bukan hanya chip.
Ringkasan cepat
- Kabar pertama: TelkomGroup lewat NeutraDC mengembangkan pusat data AI dengan kapasitas hingga 1 gigawatt (GW), dilaporkan Selular pada 23 September 2026.
- Kabar kedua: pembangunan pusat data AI BDx di Jatiluhur, Purwakarta, dihentikan sementara, dilaporkan CNBC Indonesia pada 30 September dan detik pada 2 Oktober 2026.
- Penyebab penghentian: dua izin dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta belum lengkap, yaitu analisis dampak lingkungan (amdal) dan persetujuan bangunan gedung (PBG).
- Angka yang mencolok: kebutuhan air proyek Jatiluhur sekitar 384 liter per detik.
- Catatan: media memberitakan nilai investasi Jatiluhur dengan angka yang berbeda.
Rencana besar TelkomGroup
Menurut Selular, PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) menyiapkan infrastruktur pusat data berfokus AI dengan kapasitas hingga 1 GW. Rencananya mencakup Batam, Jabodetabek, Jawa, dan Manado, ditambah 26 pusat data tepi (edge) di 21 kota.
Rencana itu dibahas di National AI Data Center & Electrification Strategic Workshop yang digelar Danantara Indonesia di Jakarta pada September 2026. Hadir antara lain Seno Soemadji (Direktur Strategic Business Development Telkom), Rakhmad Tunggal Afifuddin (CEO NeutraDC), Ricardo Irwan Rei (Managing Director Danantara), Dirjen Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah, serta jajaran PLN.
Workshop itu mensurvei lebih dari 70 BUMN. Permintaan tertinggi muncul di sektor perbankan, mobilitas, dan kesejahteraan, dengan wilayah Jawa-Madura-Bali sebagai konsentrasi terbesar. Kapasitas untuk AI diproyeksikan menyerap sekitar 70 persen kapasitas pusat data pada 2030.
Perlu dicatat, rencana ini masih dalam validasi. Kajian kelayakan tahap pertama berjalan bersamaan dengan pembicaraan investor, jadi 1 GW adalah target, bukan kapasitas yang sudah ada.
Sementara itu di Jatiluhur
BDx Data Centers membangun pusat data AI di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, sekitar 5 kilometer dari Bendungan Jatiluhur. Menurut CNBC Indonesia, proyek itu berdiri di lahan 8.000 meter persegi dalam kawasan pengembangan 11 hektare, dengan kapasitas tahap pertama 120 MW dan rencana hingga 640 MW. Ia diperkirakan membuka 2.000 sampai 3.000 lapangan kerja.
Pembangunan dihentikan sementara. Alasannya, menurut kedua media, amdal dan PBG dari Pemkab Purwakarta belum lengkap. CNBC Indonesia menyebut penghentian dilakukan Pemprov Jawa Barat di bawah arahan Gubernur Dedi Mulyadi.
Di detik, Dedi Mulyadi menegaskan tidak ada peresmian. Kunjungannya ke lokasi pada 28 Juli 2026 ia sebut sebagai inspeksi untuk memastikan izin investasi lengkap, sesuatu yang menurutnya ia lakukan untuk semua investasi besar.
Soal air: 384 liter per detik
Angka paling menarik ada di kebutuhan air. Menurut detik, proyek ini membutuhkan sekitar 384 liter per detik, atau sekitar 33 juta liter per hari. Hitungan sederhana mendukungnya: 384 liter dikali 86.400 detik sama dengan sekitar 33,2 juta liter.
Di sinilah kekhawatiran muncul. Pusat data berdiri dekat bendungan yang juga melayani pertanian. CNBC Indonesia mengutip Dedi Mulyadi yang menekankan bahwa kebutuhan air harus dihitung sejak awal, bukan dibahas setelah pusat data beroperasi penuh. Anggota DPRD Maulana Yusuf Erwinsyih meminta pemerintah membuka manfaat sekaligus risikonya, termasuk soal pemakaian air, limbah, kebisingan, dan emisi karbon.
Angka yang tidak sama antarmedia
Kedua laporan tidak selalu cocok, dan sebaiknya kamu tahu itu.
Nilai investasi. CNBC Indonesia menyebut fasilitas pinjaman USD 320 juta, sedangkan detik menyebut investasi sekitar Rp3,5 triliun. Kami tidak bisa memastikan hubungan keduanya, jadi tidak menyimpulkan satu angka.
Kebutuhan air harian. CNBC Indonesia menulis angka harian yang jelas keliru (disebut 0,4 meter kubik). Karena itu kami memakai angka 384 liter per detik dan hitungan hariannya dari detik.
Waktu mulai. CNBC Indonesia menyebut konstruksi dimulai 22 September 2026 dengan target tahap pertama beroperasi awal 2027. Kami belum menemukan keterangan resmi untuk tanggal itu.
Dua cerita, satu pelajaran
Di artikel kami tentang 246 pusat data kami menulis bahwa kebutuhan kapasitas melonjak karena AI. Pada 27 Agustus, CTO Danantara Sigit Puji Santosa bahkan menyebut kapasitas baru langsung terserap, dengan antrean pelanggan enam bulan hingga satu tahun.
Wamenkomdigi Nezar Patria juga menyebut ambisi masuk rantai pasok chip. Di artikel tentang paparannya, kami sudah bertanya dari mana listriknya. Kasus Jatiluhur menambah satu pertanyaan lagi: dari mana airnya, dan siapa yang memberi izinnya.
Menyiapkan chip dan modal itu satu hal. Menyiapkan listrik, air, dan izin sebelum pembangunan dimulai adalah hal lain.
Apa yang bisa kamu lakukan sekarang
- Bedakan rencana dari kapasitas yang sudah berdiri. Angka 1 GW masih target yang divalidasi.
- Kalau bisnismu butuh kapasitas cloud atau GPU, antisipasi antrean panjang dan jangan menunda perencanaan.
- Kalau kamu tinggal di sekitar lokasi proyek serupa, cari tahu apakah dokumen amdalnya dibuka untuk masukan masyarakat, dan tanyakan soal air dan limbah.
- Cek angka dari beberapa sumber. Perbedaan nilai investasi di atas menunjukkan angka proyek mudah berubah antarmedia.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa rencana TelkomGroup untuk pusat data AI?
Menurut Selular, NeutraDC mengembangkan pusat data AI dengan kapasitas hingga 1 GW di Batam, Jabodetabek, Jawa, dan Manado, ditambah 26 pusat data tepi di 21 kota. Rencana itu masih dalam validasi.
Kenapa proyek BDx di Jatiluhur dihentikan?
Menurut CNBC Indonesia dan detik, dihentikan sementara karena amdal dan PBG dari Pemkab Purwakarta belum lengkap.
Berapa kebutuhan air proyek itu?
Sekitar 384 liter per detik, atau sekitar 33 juta liter per hari menurut detik. Angka ini memicu kekhawatiran karena lokasinya dekat Bendungan Jatiluhur.
Berapa kapasitas pusat data BDx di Jatiluhur?
Tahap pertama 120 MW, dengan rencana hingga 640 MW, menurut CNBC Indonesia dan detik.
Berapa nilai investasi proyek BDx?
Media berbeda: CNBC Indonesia menyebut fasilitas pinjaman USD 320 juta, sedangkan detik menyebut investasi sekitar Rp3,5 triliun. Kami belum bisa memastikan angka yang tepat.




Tinggalkan Komentar