LLM (Large Language Model) adalah program komputer yang dilatih membaca teks dalam jumlah sangat besar, sampai ia jago menebak kata apa yang paling masuk akal muncul berikutnya. Dari kemampuan sesederhana itulah lahir ChatGPT, Claude, dan Gemini.
Analogi paling gampang
Kamu tahu fitur prediksi kata di keyboard ponsel? Kamu ketik “selamat”, dia menawarkan “pagi”. Prinsipnya sama. Bedanya, versi ponsel cuma melihat satu-dua kata terakhir dan bahan belajarnya sedikit.
LLM adalah versi raksasanya. Ia mempertimbangkan seluruh percakapan, dan bahan belajarnya berupa teks dalam jumlah yang mustahil dibaca satu orang seumur hidup. Karena itu tebakannya terasa seperti pemahaman.
Kenapa dia bisa salah dengan percaya diri
Ini bagian yang paling penting dipahami. LLM tidak menyimpan basis data fakta lalu mencarinya seperti Google. Ia menghasilkan jawaban kata demi kata berdasarkan pola.
Artinya, kalimat yang terdengar sangat meyakinkan belum tentu benar. Modelnya tidak sedang berbohong, ia sedang menghasilkan rangkaian kata yang secara pola paling mungkin. Kekeliruan semacam ini punya nama sendiri: halusinasi AI.
Yang perlu kamu ingat saat memakainya
- Bagus untuk bahasa, hati-hati untuk fakta. Merapikan tulisan, meringkas, menerjemahkan, menyusun draf: itu wilayah kuatnya. Angka, tanggal, kutipan, dan nama orang tetap perlu kamu periksa.
- Ingatannya terbatas. Ada batas seberapa banyak teks yang bisa dia pertimbangkan sekaligus, namanya jendela konteks.
- Cara kamu bertanya sangat berpengaruh. Instruksi yang jelas menghasilkan jawaban yang jauh lebih baik. Itu urusan prompt.
Istilah terkait
Token · Jendela konteks · Agen AI · Model open-weight
Kembali ke Glosarium AI.
