Konferensi teknologi seperti Consumer Electronics Show (CES) sering kali identik dengan demo-demo gemerlap dan pengumuman produk yang bombastis. Namun, di antara kilatan lampu dan janji-janji besar, sering kali ada tren mendasar yang lebih sunyi namun jauh lebih signifikan. Di CES 2026, tren-tren ini bukan lagi sekadar konsep, melainkan manifestasi nyata dari pergeseran besar dalam cara Kecerdasan Buatan (AI) dikembangkan dan diterapkan di dunia fisik.
Melampaui produk-produk individual, acara tahun ini mengungkapkan beberapa perubahan mendalam yang saling terkait. Dari robot yang berbagi satu “otak” hingga superkomputer yang disematkan di dalam mobil, polanya jelas: AI sedang bergerak keluar dari pusat data dan masuk ke dalam peralatan yang kita gunakan setiap hari. Artikel ini akan menyoroti lima tren paling berdampak dan sering kali berlawanan dengan intuisi dari CES 2026 yang benar-benar penting untuk masa depan teknologi.

1. Satu Otak, Banyak Raga: Robot Tidak Lagi Diciptakan Sendirian
Masa depan robotika ternyata bukanlah tentang menciptakan satu robot humanoid yang sempurna, melainkan mengembangkan satu “otak” AI yang kuat yang dapat mengoperasikan banyak “raga” fisik yang berbeda. Konsep “tumpukan intelijen bersama” (shared intelligence stack) ini muncul sebagai strategi dominan di antara para pemimpin industri robotika.
- Neurobotics menunjukkan pendekatan ini dengan jelas. Humanoid canggih mereka, 4NE1, dan saudaranya yang lebih kecil untuk tujuan pendidikan, keduanya berjalan di atas tumpukan intelijen yang sama. Ini berarti keterampilan yang dipelajari pada satu platform dapat ditransfer ke platform lainnya tanpa harus memulai dari nol.
- Fourier Intelligence menerapkan filosofi serupa di sektor kesehatan. Humanoid GR3 mereka untuk perawatan pasien dan varian carebot yang lebih kecil, keduanya berbagi satu sistem intelijen pusat. Gerakan GR3 sengaja dibuat lebih lambat karena di lingkungan rumah sakit atau panti jompo, “gerakan tiba-tiba adalah masalah, bukan fitur”. Ini menunjukkan desain yang sangat berpusat pada pengguna dan lingkungan.
- Agibot mengambil pendekatan ini paling agresif dengan memamerkan jajaran produk yang luas, termasuk humanoid seri A2, seri X2 yang lebih ringkas, seri G2 untuk industri, dan quadruped D1. Lebih dari itu, mereka juga menampilkan Omnihand, sebuah sistem manipulasi tangkas yang dirancang untuk menangani tugas motorik halus. Semua ini didukung oleh sistem inti yang sama, menunjukkan strategi multi-raga yang matang di mana kecerdasan pusat dapat dipasangkan dengan perangkat keras yang sangat terspesialisasi.
Pendekatan ini sangat signifikan karena memungkinkan perusahaan untuk mentransfer keterampilan dengan cepat dan menciptakan perangkat keras khusus untuk tugas-tugas tertentu tanpa harus membangun kembali kecerdasan inti setiap saat. Ini adalah langkah menuju robotika yang lebih efisien, terspesialisasi, dan dapat diskalakan.
2. AI Paling Canggih Bekerja di Lapangan, Bukan di Cloud
Secara mengejutkan, beberapa penerapan AI yang paling canggih saat ini tidak berada di pusat data yang bersih, tetapi di lingkungan yang keras dan tanpa koneksi seperti lokasi konstruksi dan pertambangan.
Contoh utamanya adalah sistem CAT AI dari Caterpillar. Sistem ini tidak bergantung pada cloud; ia berjalan langsung di mesin menggunakan perangkat keras onboard yang kuat. Hal ini mutlak diperlukan karena lokasi kerja sering kali tidak memiliki konektivitas internet yang andal, sehingga keputusan harus dibuat secara lokal dan seketika. Sistem ini berfungsi sebagai “sistem saraf digital” untuk lokasi kerja.
this is ai acting as infrastructure
Analisis ini menunjukkan evolusi AI menjadi sebuah utilitas yang andal. Ia tidak lagi hanya alat analisis data, tetapi menjadi infrastruktur fundamental yang dapat beroperasi dalam kondisi dunia nyata yang paling kritis dan menantang, memastikan keselamatan dan efisiensi di mana kegagalan bukanlah pilihan.
3. Selamat Tinggal Smartphone: Era Perangkat Mandiri Telah Tiba
Sebuah tren yang berlawanan dengan intuisi muncul di ranah teknologi konsumen: perangkat baru yang dirancang untuk berfungsi sepenuhnya secara mandiri, tanpa perlu terhubung ke smartphone.
Contoh paling menonjol adalah kacamata pintar X3 Pro dari Raino. Ini adalah “kacamata mandiri dengan pemrosesan onboard dan konektivitas bawaan” yang dirancang untuk membebaskan pengguna dari ponsel mereka. Fokusnya bukan pada augmented reality yang imersif, melainkan pada penyampaian informasi kontekstual yang ringan dan bantuan AI. Fungsinya lebih dekat dengan “terminal AI yang dapat dipakai daripada headset AR,” membuatnya lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari.
Luna Band adalah contoh lain dari tren ini, dengan sengaja menghilangkan layar sepenuhnya untuk mengurangi gangguan. Perangkat ini melacak data kesehatan dan kebugaran sambil memberikan panduan melalui suara, dirancang bagi mereka yang menginginkan manfaat pelacakan tanpa terus-menerus terikat pada notifikasi. Ini menandakan pergeseran signifikan dari dunia yang berpusat pada ponsel menuju komputasi yang lebih mulus dan tidak mengganggu.
4. Ketika Mobil Otonom Sebenarnya Adalah Superkomputer Beroda
Skala kekuatan komputasi yang ditanamkan ke dalam kendaraan otonom generasi berikutnya benar-benar mencengangkan, mengubah persepsi kita tentang apa itu sebuah mobil.
Robocar otonom Level 4 dari Tensor adalah inti dari tren ini. Poin data yang paling berdampak adalah superkomputer onboard-nya yang mampu menghasilkan lebih dari 8.000 triliun operasi per detik (8.000 TOPS). Wawasan kuncinya adalah bahwa kendaraan ini dirancang sebagai “sistem yang mengutamakan AI” (AI-first system), di mana mobil dibangun di sekitar superkomputer, bukan sebaliknya. Tumpukan sensor canggih dengan dual-LIDAR menunjukkan kompleksitas data yang harus dikelola oleh komputer ini secara real-time.
Namun, yang menghubungkan teknologi ini dengan dunia nyata adalah konteks bisnisnya: kendaraan Tensor “dikembangkan dengan mempertimbangkan integrasi ride-hailing sejak awal,” melalui kemitraan strategis dengan Lyft. Ini menunjukkan bahwa kekuatan komputasi masif tersebut bukan hanya untuk pameran teknologi, melainkan fondasi untuk model bisnis transportasi otonom yang dapat diskalakan. Transisi mobil dari objek mekanis menjadi pusat data seluler yang kuat kini memiliki tujuan komersial yang jelas.
5. Kebangkitan Gadget ‘Membosankan’ yang Justru Sangat Bermanfaat
Di tengah hiruk pikuk AI, ada kebangkitan yang kuat dari perangkat keras yang praktis dan dibuat untuk tujuan tertentu yang memecahkan masalah nyata dan nyata. Tren ini menunjukkan pasar yang semakin matang di mana utilitas dunia nyata menjadi lebih berharga daripada fitur baru yang sekadar sensasi.
Beberapa contoh yang meyakinkan dari tren ini meliputi:
- Clicks Communicator Phone: Ponsel yang dibuat dengan papan ketik fisik, menargetkan pengguna yang memprioritaskan umpan balik taktil dan akurasi pengetikan.
- Bluetty Charger 2: Pengisi daya kendaraan yang mampu menghasilkan daya hingga 1.200 watt untuk mengisi stasiun daya portabel berkapasitas besar. Fitur utamanya adalah aliran daya dua arah, yang memungkinkannya menggunakan stasiun daya portabel untuk jump-start kendaraan, mengubahnya dari sekadar pengisi daya menjadi modul manajemen daya yang krusial.
- Withings Body Scan 2: Timbangan pintar yang mengukur lebih dari 60 biomarker untuk kesehatan preventif. Perangkat ini diposisikan sebagai “teknologi kesehatan preventif, bukan aksesori kebugaran,” yang menekankan pada pemantauan kesehatan jangka panjang.
Tren ini membuktikan bahwa inovasi tidak selalu tentang menciptakan kategori produk yang sama sekali baru. Terkadang, inovasi terbaik datang dari penyempurnaan alat yang sudah ada untuk melayani kebutuhan spesifik dengan lebih baik.
Kesimpulan: AI Memasuki Dunia Fisik
Jika ada satu tema pemersatu dari semua tren ini, itu adalah bahwa AI dengan cepat bergerak keluar dari ranah digital dan menjadi bagian yang fisik, terspesialisasi, dan terintegrasi secara mendalam di dunia kita. Dari robot yang berbagi kecerdasan untuk melakukan tugas-tugas fisik hingga AI yang memastikan keselamatan di lokasi konstruksi dan mobil yang pada dasarnya adalah pusat data beroda, teknologi tidak lagi hanya ada di layar kita.
Pergeseran ini menandakan fase baru dalam komputasi, di mana kecerdasan digital secara langsung membentuk dan berinteraksi dengan realitas fisik kita. Ini adalah langkah dari AI sebagai alat analisis menjadi AI sebagai mitra aktif dalam lingkungan kita.
Seiring AI bergerak dari layar ke mobil, peralatan, dan bahkan tubuh kita, area mana dalam hidup Anda yang paling Anda harapkan untuk ditransformasi selanjutnya?




Leave a Comment